SELAMAT DATANG DAN SELAAMAT MENGUNJUNGI WEBSITE UCHU NHELLY YOMAN SH M,Si DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ATAU SARAN ANDA

Kamis, 02 Agustus 2012

Dahlan : Ada 3 Proyek Besar BUMN di Papua

0 komentar

Dahlan : Ada 3 Proyek Besar BUMN di Papua


Meneg BUMN sedang mengikuti acara Bakar Batu di Yahukimo
Meneg BUMN sedang mengikuti acara Bakar Batu di Yahukimo
JAYAPURA—Upaya percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat yang diupayakan pemerintah pusat, terus diupayakan, termasuk oleh para Perusahaan BUMN. Meneg BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan bahwa setidaknya akan ada tiga proyek besar yang akan dibangun oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini ia bawahi.
Pembangunan PLTA Baliem 2 yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo adalah salah satunya. Proyek yang di 2016 dikatakannya akan bisa menghasilkan listrik di 10 Kabupaten yang ada di  Pegunungan Tengah.
Lalu juga ada proyek pembangunan Pabrik sagu di wilayah Sorong Selatan yang akan dibangun oleh PT. Perhutani. Hal ini menurutnya sangat perlu karena pada kenyataannya harga Sagu di Papua sebagai daerah produsen SAGU lebih mahal dibandingkan di Jakarta, untuk itu dengan akan dibangunnya pabrik ini mulai Tahun 2013 akan bisa membuat harga Sagu menjadi lebih rendah. Yang terakhir adalah proyek pembangunan Pelabuhan Container di Sorong. Dahlan menjelaskan bahwa pelabuhan ini nantinya akan bisa di singgahi oleh Kapal yang mengangkut 3000 container. Dengan dibangunnya pelabuhan tersebut, ia menyatakan bahwa hal ini akan membuat harga barang di Papua dan Papua Barat akan lebih murah. “Saat ini container dari Jakarta ke Sorong Rp. 12 juta, bila pelabuhan ini sudah jadi maka harganya akan menjadi Rp. 6 juta,” tuturnya kepada wartawan di Bandara Wamena pada Rabu (01/08) siang
Read more ►

Ketua Umum KNPB Buctar Tabuni Diganti

0 komentar

Ketua Umum KNPB Buctar Tabuni Diganti



Jubir KNPB, Wim Rocky Medlama yang didampingi anggota KNPB saat memberi keterangan pers.
Jubir KNPB, Wim Rocky Medlama yang didampingi anggota KNPB saat memberi keterangan pers.
JAYAPURA – Pasca tewasnya Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni dan ditahannya Ketua Umum Buctar Tabuni, bukan berarti KNPB telah habis.  Di tengah Ketua Umumnya Buchtar Tabuni menjalani proses hukum atas kasus pengrusakan fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan reorganisasi, dengan mengganti sejumlah posisi di badan kepengurusannya.
Hal itu setelah dilakukan pelantikan ketua umum barunya yang kini dipegang Viktor Yeimo, menggantikan Buchtar Tabuni yang sedang menjalani proses persidangan kasusnya di Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura.
Demikian diungkapkan dalam jumpa pers Rabu (1/8) di Cafe Prima Garden, oleh Jubir KNPB Wim Rocky Medlama yang didampingi tiga anggota KNPB.
Proses reorganisasi tersebut, menurutnya dilakukan sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Timika tanggal 18-21 Juni dan dilanjutkan dengan rapat akbar, yang berhasil mengangkat ketua umum KNPB Victor F. Yeimo menggantikan posisi Buchtar Tabuni yang kini menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP). Sedangkan posisi ketua I yang sebelumnya dipegang alm Mako Tabuni, saat ini dipegang Agus Kosay. Sedangkan posisi Sekretaris Umum KNPB digantikan oleh Ones Suhuniap menggantikan Agus Trapen, serta jubir nasional KNPB di duduki oleh Wim Rocky Medlama.
Dalam kesempatan tersebut, Wim Rocky Medlama menegaskan bahwa di kepengurusan yang baru, pihaknya tetap akan melanjutkan system yang dipakai oleh kepengurusan lama dalam mendorong pelaksanaan referendum di Papua.
“Kami menghimbau kepada organisasi-organisasi lain yang berada di tanah Papua ini, bahwa KNPB sebagai media menampung aspirasi rakyat yaitu dengan tuntuntan dan agenda referendum,” tegasnya.
Ia pun tetap menolak bila harus mendaftar ke Badan Kesbangpol, terkait upaya kepolisian bersama Pemerintah Provinsi Papua untuk menertibkan legalitas organisasi-organisasi yang ada di Papua. 
“Kami KNPB hadir sebagai mediator dan bangkit bersama-sama rakyat bangsa Papua dan sejak pembentukan KNPB yang pertama kami tidak pernah meminta ijin untuk mendaftarkan organisasi kami kepada pihak pemerintah (Kesbangpol Prov Papua),” tegasnya.
Hal itu, karena KNPB berdiri hanya atas rekomendasi yang diberikan International Parlement for West Papua (IPWP) dan International Lawyer for West Papua (ILWP).
Read more ►

Orang Papua Jadi Warga Negara Kelas 2, Ditepis

0 komentar

Orang Papua Jadi Warga Negara Kelas 2, Ditepis

Franzalbert Joku: Di PNG Orang Papua Diberikan Kemudahan-kemudahan

SENTANI—Adanya pernyataan anggota DPR Papua, Yanni beberapa hari lalu yang mengatakan orang asli yang menjadi Papua New Guinea (PNG) diperlakukan sebagai warga negara kelas II, ditepis  mantan staf Perdana Menteri PNG Franzalbert Joku yang kini telah kembali ke pangkuan NKRI dan menjabat sebagai Ketua Umum Badan Otorita Adat Sentani (BOAS).
“Tidak benar jika orang Papua menjadi warga negara kelas II di PNG, dimana saya mau katakan bahwa sumber informasi dari Ibu Yanni sangat-sangat keliru,” tandas Franz yang sempat berdomisili di PNG selama 40 tahun atau 4 dasawarsa kepada Bintang Papua yang ditemui di kediamannya Rabu (01/08).
Menurut Franz, dirinya mengenal secara baik suka duka orang Papua bahkan tahu persis keadaan orang Papua di PNG, baik para pelintas batas yang tinggal di camp-camp perbatasan maupun masyarakat Papua yang sudah berintegrasi serta hidup dan bekerja di tengah-tengah masyarakat PNG.
“Banyak para profesional asal Papua yang sudah menjadi dokter, lawyer (pengacara),  notaris atau bahkan bekerja di berbagai departemen penting di PNG,” tandasnya. Dituturkannya, meskipun dirinya mengetahui bahwa niat ibu Yanni sangat baik, tetapi sumber informasinya sangat keliru, bahkan dirinya berani mengatakan tidak benar berdasarkan pengalaman selama 40 tahun yang hidup di PNG, dimana hal tersebut menunjukkan kenyataan yang justru terbalik bahkan berbeda sekali.
“Darimana ibu Yanni bisa mendapatkan informasi tersebut? Mungkin saja beliau memperolehnya dari orang Papua yang memiliki pengalaman buruk di PNG,” tanyanya sembari tersenyum ramah.
Sekali lagi ditegaskannya bahwa hal tersebut pada dasarnya sangat keliru dan salah. Pasalnya, dirinya beserta orang Papua lainnya diperlakukan sebagai warga negara dalam arti yang sepenuhnya dan sesungguhnya.
“Kami tidak merasakan dan belum pernah merasakan menjadi warga negara kelas 2 atau 3,” tegasnya.
Dilanjutkannya, bahkan semua orang Papua yang belum menjadi warga negara PNG dan masih menunggu menjadi warga negara PNG diberikan perlakuan yang sama sebagai warga negara PNG.
“Tadi saya katakan bahwa belum jadi warga negara saja sudah bisa terjun dalam aktifitas di tengah-tengah masyarakat PNG seperti berhak bekerja di birokrasi pemerintahan, anak-anaknya diberikan beasiswa, kesempatan berusaha yang sama dan lain sebagainya,” tukasnya.
Diungkapkannya pula bahwa jika ada yang mengatakan bahwa orang Papua di PNG dikatakan sebagai warga negara kelas II, sejujurnya dirinya sangat tersinggung dan malu kepada kawan-kawan seperjuangannya yang merupakan orang PNG yang telah melayani dan melindungi, serta memberikan bantuan kepada orang Papua disaat Pemerintah Indonesia telah lalai memperhatikan orang Papua sehingga orang Papua ini hijrah ke PNG.
“Disana orang Papua diberikan kemudahan-kemudahan dalam menyelesaikan persoalan dan permasalahan,” imbuhnya.
Tetapi, dipaparkannya pula bahwa dirinya pun setuju dengan usulan ibu Yanni mengenai  pemberian perhatian kepada orang Papua yang masih tinggal di camp-camp yang ada di perbatasan antara RI-PNG.
“Mereka inilah yang menurut saya perlu dibebaskan hidupnya,” pungkasnya.
Diakui Franz, perlu adanya kerjasama antara pemerintah PNG dan pemerintah Indonesia untuk memberikan perhatian kepada warga Papua yang hidup di camp-camp perbatasan ini.
“Mungkin komunitas ini yang perlu dibantu oleh pemerintah Indonesia. Banyak putra Papua yang menduduki posisi penting di birokrasi pemerintah PNG, bahkan kami diberikan kesempatan yang seluas-luasnya,” urainya.
Ditambahkannya, dirinya berpikir bahwa tidak ada putra Papua yang bisa dengan mudah menduduki posisi penting di birokrasi pemerintah Indonesia justru di birokrasi pemerintah PNG, orang Papua diberikan peluang dan kesempatan.
Franz juga menyebutkan bahwa dari jangka waktu 40 tahun berdomisili di PNG, sudah banyak putra Papua yang berhasil diantaranya menjadi seorang pilot yaitu Nick Meset asal Sarmi, Dani Wanma asal Biak dan Masin Daimoi asal Sentani. Tidak hanya itu, ada Tabita Suwae seorang Pengacara Abusment asal Sentani, dr. Adolf Saweri seorang Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas PNG asal Sarmi, Gunthar Joku seorang calon Sekjen di Departemen Lingkungan Hidup PNG asal Sentani dan masih banyak lagi.”Banyak sekali putra Papua yang mendapat beasiswa untuk studi di luar negeri,” tutupnya.
Read more ►

Selasa, 31 Juli 2012

Filep Karma Tak Mau Disumpah

0 komentar

Filep Karma Tak Mau Disumpah


Buchtar Tabuni
Buchtar Tabuni
JAYAPURA -
Ketua Umum KNPB Buctar Tabuni kembali menjalani Persidangan di Pengadilan Negeri Jayapura, Kamis( 26/7/2012) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Hanya saja Majelis Hakim  Haris Munandar yang menyidangkan kasus ini sempat jadi bingung karena Filep Karma, saksi  yang didatangkan tidak mau diambil sumpahnya.
Awalnya Filep Karma mau menjawab pertayaan Majelis Hakim, hanya saja pada saat mau diambil sumpahnya Filap Karma sudah menolak
Hakim melontarkan pertanyaan kepada Filep Karma: “Siapa nama saudara, saksi menjawab, Filep Karma. Lantas hakim  melanjutkan pertanyaan dimana tempat dan tanggal lahir  saksi  Filep Karma,  ia menjawab semua pertanyaan itu. Setelah dijawab oleh Saksi Filep Karma, hakim melanjutkan,  saksi   warga negara mana? dia menjawab, Papua Barat.  Saksi beragama apa?    ia menjawab tak punya agama, berarti atheis ya, hakimpun binggung,,,...  Kenapa tak punya agama. Saya tidak beragama, tapi percaya pada Tuhan. Apakah saudara saksi  seorang PNS,  dia menjawab, seorang pejuang, karena pejuang saya dipenjara, hakim bertambah binggung.
Filep Karma:  “Saya tidak mau diambil sumpah, saya lebih takut kepada Tuhan saya dari pada kepada manusia. Hakim: itu pikiran saudara saja. Filep, ya saya berkata benar Pak”.   Hakim, “Iya, saudara perlu diambil sumpahnya melalui kitabnya/syariatnya”. Filep: “saya tidak mau melanggar ajaran dari Tuhan saya, firman Tuhan saya adalah hukum positif”. Hakim: “Sekarang sidang ini hukum positif berlaku disini sebagai tata cara persidangan”.Hakim  Haris Munandar bertanya, bagaimana jaksa mau diajukan tidak saksi Filep Karma sebagai saksi,  karena jawabab Filep yang dianggap tak masuk akal.  Dalam sidang mendegarkan keterangan saksi, jaksa menghadirkan Filep Karma  sebagai saksi tunggal, dengan jawabannya yang tidak sesuai persidangan, terpaksa Hakim memerintahkan Jaksa agar saksi Filep Karma tidak diajukan dalam persidangan mendegarkan keterangan saksi.
Demikian Jaksa yang dipimpin Ahmad Kobarubun, Jhon Rayar dan seorang jaksa tidak mengajukannya sebagai saksi, demikian Sidang mendegarkan keterangan saksi  dalam sidang Buctar Tabuni ditunda minggu depan, Senin, 30 Juli 2012 oleh Hakim Haris Munandar.
Ditemui terpisah, Penasehat Hukum Buctar Tabuni, Gustaf  Kawer mengatakan,  dengan berjalannya sidang yang terpaksa saksi tidak dapat diajukan jaksa sebagai saksi, oleh Gustaf dinilai, jaksa seharusnya tahu tata cara atau urutan urutan  seseorang bila diajukan sebagai saksi yakni sesuai pasal 185 ayat 7 KUHP. Namun yang terjadi dalam sidang  kali ini, jaksa juga  dalam menghadirkan saksi tidak melihat ketentuan pasal 185 ayat 7 KUHP. Menurutnya  jaksa seharusnya siap dan tahu prosedur menghadirkan saksi, dengan  tidak adanya saksi yang dihadirkan jaksa, semakin membuat persidangan molor dan kita mau menganut asas cepat yang berarti biaya juga kurang
Read more ►

Kamis, 05 Juli 2012

Gombal

2 komentar
Read more ►

JURANG PEMISAH KK Bos KJ Irlack

0 komentar
JURANG PEMISAH
Oleh uchu

Ketika tak ada kata terucap, diam pun mampu ungkapkan apa yg tak terkatakan. Dan saat mata tak mampu melihat kebenaran, maka biarkan hati yang mejadi jembatan di antara jurang pemisah ini.
Karena senyum indah yang dulu selalu kau semaikan kini telah menjelma menjadi uraian tawa palsu yang penuh misteri. Ucapan kini tak lagi diperhatikan karena hanya amarah yang terus membara memenuhi relung jiwa yang kosong.

Mengapa kau tebarkan benih-benih pemisah di antara kita, sedang kata tak bermaksud tuk goreskan luka. Namun kini benih pemisah itu telah tumbuh, merambat, dan semakin subur. Harus dengan apa aku menghancurkan benih pemisah ini ? sedang kataku hanya menjadi angin lalu dalam jurang pemisah ini.

Tak pernah lagi terlihat canda tawa dalam sudut ruang ini, karena hanya kehampaan dan keegoisan yang selalu menjadi ratu dalam diri kita. Sedang rasa cinta, kasih, dan kebersamaan kini telah terusir dari hati kita.
Kembalikan kesejukkan yang dulu pernah ada,!!! biarkan aroma kasih sayang mengisi tiap sudut hati ini. Biarkan matari terbit menerangi hati ini, menyinari jiwa-jiwa yang terseret dalam jurang pemisah ini.

Karena kini yang tertinggal hanyalah hati-hati yang terjebak dalam jaring-jaring amarah dan keegoisan, dan tidakkah kita menyaadari betapa meruginya jiwa yang selalu hidup dalam kebencian. Tak sadarkah kita ,bahwa manusia ini tercipta dengan seribu kekurangan untuk dapat saling melengkapi. Namun mengapa kita selalu membenci kekurangan orang lain, sedang diri ini tidak lebih baik dari seorang yang munafik.

Masalah akan terus mengalir bagai air, apabila lidah terus berucap. Karena diam lebih baik daripada ikut menyemaikan butir-butir kebencian. Diam akan mengurangi sedikit masalah yang terjadi. Dan senyumlah meski hati tersakiti, karena hati tanpa kebencian akan membentuk jiwa yang tegar dan damai.

Sekian..............

Read more ►

Selasa, 12 Juni 2012

"ADAT DAN BUDAYA SUKU DANI"

1 komentar
Suku bangsa Dani adalah sebutan bagi penduduk yang tinggal di Lembah Baliem (Keturunan Moni, penduduk dataran tinggi Pinai, yang datang ke Lembah Baliem), yang memiliki luas sekitar 1.200 Km2.
Dani adalah orang asing yang awalnya berbunyi Ndani, setelah ada perubahan fenom "N" hilang menjadi Dani dan masuk ke pustaka etnografi.
Suku Dani lebih senang disebut suku Parim. Suku ini sangat menghormati nenek moyangnya dengan penghormatan mereka biasanya dilakukan melalui upacara pesta babi.
Bahasa Dani terdiri dari 3 sub keluarga bahasa, yaitu:
- Sub keluarga Wano
- Sub keluarga Dani Pusat yang terdri ataslogat Dani Barat dan logat lembah Besar Dugawa.
- Sub keluarga Nggalik & ndash; Dugawa
Selain itu juga bahasa suku Dani termasuk keluarga bahasa Melansia dan bahasa Irian (secara umum).

Sistem Religi / Kepercayaan
Dasar religi masyarakat Dani adalah sama uraian yang di atas yaitu menghormati roh nenek moyang dan juga diselenggarakannya upacara yang dipusatkan pada pesta babi. Konsep kepercayaan / keagamaan yang terpenting adalah Atou, yaitu kekuatan sakti para nenek moyang yang diturunkan secara patrilineal (diturunkan kepada anak laki-laki). Kekuasaan sakti ini antara lain :
- kekuatan menjaga kebun
- kekuatan menyembuhkan penyakit dan menolak bala
- kekuatan menyuburkan tanah
Untuk menghormati nenek moyangnya, suku Dani membuat lambang nenek moyang yang disebut Kaneka. Selain itu juga adanya Kaneka Hagasir yaitu upacara keagamaan untuk menyejahterakan keluarga masyarakat serta untuk mengawali dan mengakhiri perang.

Sistem Kekerabatan Sistem kekerabatan masyarakat Dani ada tiga yaitu kelompok kekerabatan, paroh masyarakat, dan kelompok teritorial.
a. Kelompok kekerabatan yang terkecil dalam masyarakat suku Dani adalah keluarga luas. Keluarga luas ini terdiri atas tiga atau dua keluarga inti bersama – sama menghuni suatu kompleks perumahan yang ditutup pagar (lima).
Pernikahan orang Dani bersifat poligami diantaranya poligini. Keluarga batih ini tinggal di satu – satuan tempat tinggal yang disebut siimo. Sebuah desa Dani terdiri dari 3 & ndash; 4 slimo yang dihuni 8 & ndash; 10 keluarga. Menurut mitologi suku Dani berasal dari keuturunan sepasang suami istri yang menghuni suatu danau di sekitar kampung Maina di Lembah Baliem Selatan. Mereka mempunyai anak bernama Woita dan Waro. Orang Dani dilarang menikah dengan kerabat suku Moety sehingga perkawinannya berprinsip eksogami Moety (perkawinan Moety / dengan orang di luar Moety).
b. Paroh masyarakat. Struktur masyarakat Dani merupakan gabungan beberapa ukul (klen kecil) yang disebut ukul oak (klen besar)
c. Kelompok teritorial. Kesatuan teritorial yang terkecil dalam masyarakat suku bangsa Dani adalah kompleks perumahan (uma) yang dihuni untuk kelompok keluarga luas yang patrilineal (diturunkan kepada anak laki-laki).

Kesenian dan Kerajinan
Kesenian masyarakat suku Dani dapat dilihat dari cara membangun tempat kediaman, seperti disebutkan di atas dalam satu silimo ada beberapa bangunan, seperti : Honai, Ebeai, dan Wamai.
Selain membangun tempat tinggal, masyarakat Dani mempunyai seni kerajinan khas, anyaman kantong jaring penutup kepala dan pegikat kapak. Orang Dani juga memiliki berbagai peralatan yang terbuat dari bata, peralatan tersebut antara lain : Moliage, Valuk, Sege, Wim, Kurok, dan Panah sege.

Sistem Politik dan Kemasyarakatan
Masyarakat Dani senantiasa hidup berdampingan dan saling tolong menolong, kehidupan masyarakat Dani memiliki ciriciri sebagai berikut :
- Masyarakat Dani memiliki kerjasama yang bersifat tetap dan selalu bergotong royong
- Setiap rencana pendirian rumah selalu didahului dengan musyawarah yang dipimpin oleh seorang penata adat atau kepala suku
- Organisasi kemasyarakat pada suku Dani ditentukan berdasarkan hubungan keluarga dan keturunan dan berdasarkan kesatuan teritorial. Suku Dani dipimpin oleh seorang kepala suku besar yaitu disebut Ap Kain yang memimpin desa adat watlangka, selain itu ada juga 3 kepala suku yang posisinya berada di bawah Ap Kain dan memegang bidang sendiri & ndash; sendiri, mereka adalah : Ap. Menteg, Ap. Horeg, dan Ap Ubaik
Silimo biasa yang dihuni oleh masyatakat biasa dikepalai oleh Ap. Waregma. Dalam masyarakat Dani tidak ada sistem pemimpin, kecuali istilah kain untuk pria yang berarti kuat, pandai dan terhormat.
Pada tingkat uma, pemimpinnya adalah laki-laki yang sudah tua tetapi masih mampu mengatur urusannya dalam satu halaman rumah tangga maupun kampungnya. Urusan tersebut antara lain : Pemeliharaan kebun dan Bahi, serta Melerai pertengkaran.
Pemimpin federasi berwenang untuk memberi tanda dimulainya perang atau pesta lain. Pertempuran dipimpin untuk para win metek. Pemimpin konfederasi biasanya pernah juga menjadi win metek, meski bukan syarat mutlak, syarat menjadi pemimpin masyarakat Dani : Pandai bercocok tanam, bersifat ramah dan murah hati, pandai berburu, memiliki kekuatan fisik dan keberanian, pandai berdiplomasi, dan pandai berperang.

Sistem Ekonomi
Nenek moyang orang Dani tiba di Irian hasil dari suatu proses perpindahan manusia yang sangat kuno dari daratan Asia ke kepulauan Pasifik Barat Irian Jaya.
Kemungkinan pada waktu itu masyarakat mereka masih bersifat praagraris yaitu baru mulai menanam tanaman dalam jumlah yang sangat terbatas. Inovasi yang berkesinambungan dan kontak budaya menyebabkan pola penanaman yang sangat sederhana tadi berkembang menjadi suatu sistem perkebunan ubijalar, seperti sekarang.
Mata pencaharian pokok suku bangsa Dani adalah bercocok tanam dan beternak babi. Umbi manis merupakan jenis tanaman yang diutamakan untuk dibudidayakan, artinya mata pencaharian umumnya mereka adalah berladang.

Pendidikan
Sebagaimana suku – suku pedalaman Irian seperti halnya suku Dani umumnya tingkat pendidikan (formal) rendah dan kesadaran untuk menimba ilmunya juga masih kurang, ironisnya lagi guru-guru masih terbatas.

(Dari bermacam-macam sumber)
Read more ►

BAGAIMANA MENURUT ANDA PENAMPILAN BLOK KAMI:


DISINIH LAYANAN IKLAN

SEMUA UKURAN TERSEDIA

KAOS

KAOS
ADA YANG MOINAT SILAKAN PESAN.



Translate

 

Copyright © PROFIL NELLY YOMAN SH MSI Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger